Sepenggal Kisah JORGE LORENZO
Siapakah
Jorge Lorenzo? Pasti nama ini tidaklah asing bagi pecinta olahraga balap motor.
Yap, benar MotoGP. Jorge Lorenzo adalah seorang pembalap MotoGP yang sering
wara-wiri di dunia balap. Banyak sapaan yang disematkan kepadanya, loh. Mulai
dari Jorge, Loenzo, Jojo, sampai julukan untuk si pembalap yang satu ini. Kalo ada
sering menonton MotoGP, pasti tidak asing dengan julukannya. X-Fuera, ya, itu
adalah julukan untuk pembalap yang satu ini. X-Fuera sendiri memiliki arti
menyalip dari sisi luar. Julukan ini terinspirasi dari kemenangannya pada tahun
2003 di GP Brazil, yang saat itu Lorenzo menyaling rekannya Dani Pedrosa dan
Casey Stoner dari sisi luar lintasan.
Sudah
tidak diragukan lagi, pria kelahiran Palma De Mallorca, Spanyol, pada 4 Mei
1987 ini memiliki segudang prestasi di dunia balap. Dia pernah menjuarai 250cc
World Champion di tahun 2006 dan 2007. Tak kalah lagi, Lorenzo pun mecapai
prestasi tertingginya di ajang MotoGP dengan menjuarai MotoGP World Champion
sebanyak tiga kali, di tahun 2010, 2012, dan 2015.
Pria
yang telah aktif di dari masa kecilnya ini, telah beberapa kali berganti tim
yang menaungi karirnya. Diantaranya Yamaha (2008-2016), dan saat ini tim yang
sedang berjuang bersamanya Ducati (2017-sekarang).
Untuk
mendapat kesuksesan yang sekarang, pasti ada harga yang dibayar Lorenzo gak sih?
Penasaran gimana perjalanan karier X-Fuera?
Karier Jorge Lorenzo
Jorge
Lorenzo di Kelas 250cc
X-Fuera
alias Jorge Lorenzo memulai kariernya di dunia MotoGP di kelas 125cc pada tahun
2002 pada seri Spanyol. Jadi FYI (for your information), kalo jadi pembalap
MotoGP itu ga bisa langsung saat itu juga. Tapi, harus ada step by step yang
dilalui. Seperti halnya Lorenzo yang mulai karirnya di kelas 125cc. Di seri
Spanyol ini, Lorenzo tidak bisa mengikuti sesi latihan karena usianya tidak
mencukupi, karena regulasi MotoGP yang ketat juga, jadi seorang pembalap
minimal berusia 15 tahun untuk bisa turun di MotoGP. Alhamdulillah, saat itu
Jorge bisa ikut di sesi kualifikasi kedua karena hari itu tepat hari ulang
tahunnya yang ke-15. Tepat di hari itu juga, Lorenzo mendapat kemenangan
pertamanya, loh di ajang MotoGP. Lorenzo memenangi Grand Prix pertamanya di
musim berikutnya pada seri Rio de Janeiro di Brasil.
Dua
musim berikutnya yaitu tahun 2005, Lorenzo turun di kelas 250cc (jadi sekarang
stepnya udah naik lagi nih), sejak saat itu nama Jorge Lorenzo mulai
diperhitungkan keberadaannya di dunia MotoGP. Why?? Karena, Lorenzo telah
meraih 6 kali podium di musim 2005. Gak salah lagi, pada 2006 ia berhasil
meraih kemenangan balapan kelas 250cc nya di Qatar. Di musim 2006 juga, Lorenzo
berhasil meraih 8 kali kemenangan dan 10 pole position yang kemudian
mengantarnya menjadi juara dunia 250cc untuk pertama kalinya. Selanjutnya di
musim 2007 ia berhasil mempertahankan mahkota juara dunia 250cc setelah meraih
9 kali kemenangan dan 9 kali pole position. Kemenangan yang manis untuk Lorenzo
muda yah :)
MOTOGP
Pada
25 Juli 2007, Lorenzo menandatangani kontrak dengan Fiat Yamaha dan menjadi
rekan Valentino Rossi untuk musim 2008 dan 2009. Kali ini Lorenzo gabung sama tim baru, loh. Pada seri pertamanya di kelas
MotoGP 2008 ia langsung merebut pole position (start urutan pertama), dan membuat ia menjadi orang
kedua yang melakukan itu sejak Max Biaggi melakukannya pada tahun 1998. Wow, hebat bukan?? Tiga
seri berikutnya ia mempertahankan pole position-nya dan memenangi kelas MotoGP
untuk pertama kali di sirkuit Estoril, Portugal. Lorenzo memang pembalap yang berbahaya yah :)
Di seri selanjutnya di MotoGP
Grand Prix of China ia mengalami kecelakaan hebat pada sesi latihan sehingga
membuatnya tidak bisa membalap secara fit di balapan tersebut, walaupun
akhirnya secara brilian ia mampu finish keempat saat lomba. Selanjutnya di seri
Le Mans, lagi-lagi Lorenzo mengalami kecelakaan di sesi latihan bebas, namun
secara brilian pula ia bisa balapan dan finish kedua. Kesialan belum berakhir
dari Lorenzo saat ia kembali lagi mengalami kecelakaan di seri Mugello, dan
puncaknya di Sirkuit Catalunya saat ia lagi-lagi terjatuh dan akhirnya menyebabkannya
gagal mengikuti balapan.
Lorenzo
kemudian kembali turun balapan di Donington Park dan berakhir dengan finish di
P6. Hasil yang sama ia bukukan kembali di seri selanjutnya di Assen, sebelum
akhirnya lagi-lagi mengalami kecelakaan di seri Jerman. Kemudian di seri Laguna
Seca Lorenzo kembali lagi mengalami kecelakaan hebat saat balapan, yang
membuatnya kemudian disebut sebagai pembalap rookie MotoGP yang paling banyak
mengalami kecelakaan. Lorenzo kemudian meraih dua podium di San Marino dan
Indianapolis. Secara keseluruhan ia berada di P4 klasemen musim 2008 dengan 190
poin.
Masuk
ke musim 2009, Jorge Lorenzo tampil semakin kuat dan matang, ia terus menempel
ketat seniornya di tim Yamaha, Valentino Rossi sepanjang musim. Di musim 2009,
Lorenzo tampil sebagai juara di empat balapan (Jepang, Perancis, Indianapolis,
dan Portugal). Ia juga mampu meraih 5 kali pole dan total 12 podium. Di akhir
musim Lorenzo berada di P2 klasemen dengan raihan 261 poin. So, di tahun 2009 ini Lorenzo lagi agresif dan on fire banget, nih. Makanya dia buat rival-nya terkaget-kaget.
Nasib sial menghampiri Lorenzo
lagi, di tahun 2010 ia sempat mengalami cedera ringan di tangan karena mengalami kecelakaan saat
pra-musim 2010. Ia kemudian memilih untuk tidak mengikuti beberapa sesi tes di
awal musim. Pada balapan pertama di Qatar, Lorenzo mampu finish kedua di
belakang Rossi, sekalipun kondisi tubuhnya sebenarnya tidak memungkinkannya
untuk membalap. Segera setelah Rossi dipastikan absen beberapa seri akibat
cedera karena kecelakaan di Mugello, Yamaha kemudian membekali Lorenzo agar
bisa menjadi penantang gelar juara dunia 2010. Setelah meraih empat kemenangan
dari enam lomba awal, Lorenzo naik ke puncak klasemen dan ia memiliki selisih
47 angka atas saingannya di P2. Kemenangan di Assen kemudian mengantarkan
Lorenzo menjadi pembalap ketujuh yang mampu meraih kemenangan di sirkuit
legendaris itu dalam tiga kelas yang berbeda.Di paruh musim kedua, Daniel
Pedrosa tampil sebagai penantang serius untuk perebutan gelar juara dunia,
sampai akhirnya datang musibah bagi Pedrosa saat ia mengalami kecelakaan di
Jepang, yang mengharuskannya absen di dua lomba. Jorge Lorenzo akhirnya
mengunci gelar juara dunia MotoGP 2010 setelah finish ketiga di Sepang, Kuala
Lumpur di belakang Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso. Ia menjadi orang
Spanyol pertama sejak Alex Criville di 1999 yang mampu menjadi juara dunia
MotoGP. Usai lomba, Daniel Pedrosa yang masih menjalani pengobatan di Spanyol
kemudian menelepon Lorenzo dan mengucapkan selamat atas kemenangannya sebagai
juara dunia MotoGP 2010.
Pada
tahun 2015 Jorge Lorenzo kembali mengalami pertarungan sengit dengan rekan
setimnya Valentino Rossi. Di tahun ini perebutan tahta Juara MotoGP lagi panas-panasnya, karena pada saat itu jadi ajang perebutan gengsi antar tim. Awal musim yang kurang mulus bagi Lorenzo, ia hanya
finish ke-4 di Qatar dan Amerika Serikat, bahkan di Argentina Lorenzo hanya
finish di posisi 5 yang membuat ia harus tertinggal 29 poin dari Rossi. Di
balapan berikutnya Lorenzo mulai bangkit dan ia berhasil meraih kemenangan
beruntun di Circuito de Jerez, Le Mans, Sirkuit Mugello, dan Sirkuit Catalunya
dan ia akhirnya memangkas jarak poin dengan hanya selisih 1 poin dari Rossi. Di
Assen ia finish ke-3 sementara di Sachsenring ia hanya finish ke-4. Di paruh
kedua musim pertarungan semakin memanas antara Jorge Lorenzo dan Valentino
Rossi. Lorenzo kembali menang di Automotodrom Brno dan ia memiliki poin yang
sama dengan Rossi yaitu 211 poin. Hasil kurang memuaskan terjadi saat Lorenzo
hanya finish ke-4 di Sirkuit Silverstone dan harus terjatuh di San Marino.
Persaingan semakin memanas saat tiba di Sirkuit Phillip Island. Balapan
berlangsung dengan sengit yang melibatkan Marc Márquez, Jorge Lorenzo, Andrea
Iannone, dan Valentino Rossi. Lorenzo berhasil finish ke-2 di Sirkuit
Internasional Sepang tetapi saat itu ia merasa tidak senang karena ia dituduh
oleh Rossi mendapat bantuan dari Marquez. Pada balapan terakhir yang
berlangsung di Valencia menjadi tempat penentuan juara dunia Motogp 2015, Lorenzo
start di posisi pertama sementara Rossi harus puas Start di posisi akhir
setelah ia mendapat penalti dari Race Direction akibat ia sengaja menjatuhkan
Marc Márquez pada balapan di Sirkuit Internasional Sepang. Lorenzo tak terkejar
dari awal balapan membuat ia meraih kemenangan disana sekaligus di nyatakan
sebagai juara dunia Motogp 2015. Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya pihak
Dorna Sports mengumumkan bahwa tidak ada bukti kecurangan dari pihak manapun
yang sengaja membantu Lorenzo meraih gelar juara dunia dan Lorenzo di anggap
sah mendapatkan gelar juara MotoGP 2015.
Wow, penuh lika-liku ya perjuangan Lorenzo untuk meraih gelar Juara MotoGP :)
Jorge
Lorenzo merupakan salah salah satu pembalap yang sering tersorot di ajang MOTOGP.
Sepenggal kisah dari Jorge Lorenzo memberikan kita sebuah kesan baru bagi
Lorenzo. Kesuksesannya yang diraih saat ini, tentunya telah terbayar dengan
perjalanan yang dilaluinya.
Gimana??
Nambah nge-fans kan sama si X-Fuera ini?
Jangan lupa sering-sering kunjungin
blog ini ya. See ya! :)



Komentar
Posting Komentar